Minggu, 04 Oktober 2015

Study Kasus

Soal  1. 

       Dengan menggunakan metode Anova-Oneway

       Seorang peneliti melakukan penelitian mengenai rata-rata harga jual 3 buah merk mie instan di beberapa
supermarket di Yogyakarta. Harga mie instant di supermarket Yogyakarta diketahui berdistribusi normal. Data yang diperoleh adalah sebagai berikut :


Harga (dalam ratus rupiah)
Merek A
Merek B
Merek C
57
51
42
53
44
48
58
47
44
49
50
45
Dengan menggunakan tingkat signifikansi 5% ujilah hipotesis bahwa tidak ada perbedaan harga ketiga merek tersebut.

Soal 2. 


      Dengan menggunakan metode Regresion

     
Sebuah pabrik ingin menguji apakah lamanya jam kerja dan lama istirahat karyawan akan mempengaruhi jumlah barang yang dihasilkan. Diasumsikan data yang diperoleh berdistribusi normal. Data yang diperoleh adalah sebagai berikut :



Jumlah Barang (Unit)
Lama Istirahat (Jam)
Jam Kerja
4
1
5
4
1
6
5
1
5
7
0.5
8
6
2
8
8
1
10
7
0.5
7
3
1
3
6
0.5
6
10
2
12
Petanyaan :
  1. Dengan persamaan regresi tentukan estimasi jumlah barang yang dihasilkan jika jam kerja karyawan menjadi 14 jam dan lam istirahat karyawan menjadi 3 jam.
  2. Lakukan pengujian untuk mengetahui apakah jam kerja dan lama istirahat karyawan pabrik berpengaruh  secari signifikan terhadap jumlah barang yang dihasilkan. Dengan menggunakan tingkat signifikansi 5%.
Soal 3. 

       Dengan menggunakan metode Korelasi

     Sebanyak 6 karyawan digunakan sebagai sampel untuk menguji apakah terdapat korelasi antara skor test pelatihan dengan volume penjualan. Diasumsikan skor test dan volume penjualan berdistribusi normal. Data yang diperoleh adalah sebagi berikut :
 

Skor Test
Volume Penjualan (unit)
5,2
64
5,4
60
6
72
6,4
74
5,3
70
4,8
50
5,6
62
5,8
65
6,2
73
6,8
78
Dengan menggunakan tingkat signifikansi 5% ujilah hipotesis bahwa terdapat korelasi positif antara skor tes dan volume penjualan.

Senin, 25 Oktober 2010

Anova-Oneway (Pengolahan Data Melalui program SPSS "Study Kasus 1")

Langkah 1


Masuk ke dalam sheet variabel view yang terdapat dibagian bawah program SPSS, adapun kegunaan dari Variabel View ini adalah sebagai wadah penempatan kolom keterangan-keterangan atau nama variabel yang didalam program SPSS dilakukan secara terpisah (NB: harus berbentuk huruf dan tidak dapat menggunakan space). dalam metode ini kolom keterangan hanya terisi dari 2 variabel faktor (sebagai pemisahan variabel) contoh soal 1 pada kolom keterangan (nama variabel) kita isi dengan 1. MerekABdanC, 2. Faktor. Apabila angka berbentuk koma maka pada kolom Decimals ditambahkan angka 1,2,3,..dst (sesuai dengan angka dibelakang koma yang diinginkan) seperti pada contoh gambar di atas.

Langkah 2 


Setelah langkah 1 selesai dilakukan, kemudian beralih ke sheet Data View yang terdapat pada bagian bawah program SPSS , sehingga pada data view akan terlihat kolom keterangan yang telah kita isikan pada variabel view sebelumnya dan kolom tersebut yang akan menjadi acuan dalam pengisian informasi angka-angka yang diperoleh seperti contoh informasi data yang kita peroleh pada contoh 1, informasi angka pada Merek A,B, dan C dijadikan dalam satu kolom dan keterangan (variabel) faktor diisikan dengan urutan kolom informasi yang kita peroleh (dapat anda perhatikan pada gambar diatas).

Langkah 3


Apabila proses penginputan data ( langkah 2) telah selesai dilakukan maka kita telah dapat memulai proses pengolahan data. Langkah pertama click menu Analyze yang terdapat pada bagian atas program SPSS maka akan terlihat berbagai informasi metode-metode statistik, kemudian cari metode Compare Means, pada informasi compare means click One-Way Anova (untuk lebih jelasnya dapat anda perhatikan pada gamar di atas)

Langkah 4


Setelah anda mengclick menu One-Way Anova maka akan muncul tabel informasi seperti pada gambar di atas. Pindahkan keterangan variabel MerekAB,danC dan faktor yang terdapat disebelah kiri tabel ke kolom yang bertuliskan dependent dengan click tanda panah yang terdapat disebelah kiri kolom tersebut sehingga variabel MerekABdanC telah masuk ke dalam kolom dependent dan variabel Faktor masuk ke dalam kolom Factor. (untuk lebih jelasnya dapat anda perhatikan pada gambar di atas).

Langkah 5


Setelah selesai dan berhasil melakukan pemindahan (langkah 4) maka anda dapat click OK yang terdapat di sebelah kanan atas tabel informasi tersebut dan anda akan segera memperoleh hasil OneWay-Anova seperti pada gambar di atas.

Proses Analisis
Setelah anda memperoleh hasilnya maka anda telah dapat melakukan analisis data. seperti pertanyaan contoh 1 dengan menggunakan tingkat signifikansi 5% ujilah hipotesis bahwa tidak terdapat perbedaan harga ketiga merek tersebut.

Hypothesis
H0 = Tidak terdapat perbedaan harga Merek A, B, dan C.
Ha = Terdapat perbedaab harga Merek A, B, dan C.

Compare Proces
F tabel (df denumerator = 2 dan df numerator = 7 dengan tingkat signifikansi 5%) maka diperoleh angka 4,26.
F hitung diperoleh 8,435 (hasil pengolahan SPSS)

Conclusion
Maka berdasarkan informasi di atas dapat kita perbandingkan antara F hitung dan F tabel dan diperoleh hasil F hitung > dari F tabel atau nilai signifikansi < dari 0,05 (berada di daerah penolakan H0), maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan harga Merek A, B, dan C.
 
 


Regression (Pengolahan Data Melalui progrram SPSS "Study Kasus 2")

Langkah 1


Masuk ke dalam sheet Variabel View yang terdapat di bagian bawah proram SPSS, adapun kegunaan dari Variabel View ini adalah sebagai wadah penempatan kolom keterangan-keterangan atau nama variabel yang di dalam program SPSS dilakukan secara terpisah (NB: harus berbentuk huruf dan tidak boleh menggunakan titik, koma, maupun space). Dalam contoh soal 2 pada kolom keterangan (nama variabel) kita isi dengan 1. JumlahBarang, 2. LamaIstirahat, 3. JamKerja. Kolom Decimals merupakan angka nol di belakang koma maka apabila tidak diinginkan kita dapat click tanda panah bawah pada kolom decimals tersebut atau menekan tombol 2 (keyboard) seperti pada contoh gambar di atas.

Langkah 2

Setelah langkah 1 selesai dilakukan, kemudian beralih ke sheet Data View yang terdapat pada bagian bawah program SPSS, sehingga pada data view akan terlihat kolom keterangan yang telah kita isikan pada variabel view sebelumya (langkah 1) dan kolom tersebut yang menjadi acuan dalam pengisian informasi angka-angka (analisis kuantitatif) yang diperoleh. Seperti pada contoh kasus 2 (dapat anda perhatikan pada gambar di atas).

Langkah 3


Apabila proses penginputan data (langkah 2) telah selesai dilakukan, maka kita telah dapat memulai proses pengolahn data. Langkah pertama yaitu click menu Analyze yang terdapat pada bagian atas program SPSS maka akan terlihat berbagai informasi metode-metode statistik, kemudian cari metode Regression, pada informasi Regression click Linear (untuk lebih jelasnya dapat anda perhatikan pada gambar di atas).

Langkah 4


Setelah anda mengclick menu linear maka akan muncul tabel informasi seperti pada gambar di atas. Pindahkan keterangan variabel jumlahnbarang yang terdapat disebelah kiri tabel kolom yang bertuliskan dependent dengan mengclick tanda panah yang terdapat disebelah kiri kolom tersebut sehingga variabel jumlahbarang telah masuk ke dalam kolom dependent (untuk lebih jelasnya dapat anda perhatikan pada gambar di atas).

Langkah 5


Tidak jauh berbeda dengan langkah 4 pindahkan keterangan variabel LamaIstirahat dan JamKerja yang terdapat disebelah kiri tabel atau memblock keduanya ke kolom yang bertuliskan independent dengan mengclick tanda panah yang terdapat disebelah kiri kolom tersebut sehingga variabel LamaIstirahat dan JamKerja telah masuk ke dalam kolom independent (untuk lebih jelasnya dapat anda perhatikan pada gambar di atas)   

Langkah 6


Setelah selesai dan berhasil melakukan pemindahan (langkah 4 dan 5) maka anda dapat mengclick OK yang terdapat di sebelah kanan atas tabel informasi tersebut dan anda akan segera memperoleh hasil Regression seperti pada gambar di atas.

Nah....,,, setelah kita mendapat hasil regresi barulah kita dapat melakukan analisis data atau dengan menjawab 2 pertanyaan pada contoh 2 (study kasus 2)

Process Analysis
Pertanyaan 1, tentukan estimasi jumlah barang yang dihasilkan jika jam kerja karyawan menjadi 14 jam dan lama istirahat karyawan menjadi 3 jam.
Jawaban, untuk menjawab pertanyaan tersebut kita harus mengawali dengan membuat persamaan regresi yaitu biasa disingkat dengan Y=a+b(x)
berdasarkan informasi keterangan hasil perhitungan SPSS regresi diperoleh persamaan sebagai berikut:
Y = 0,963 - 0,722 (X1) + 0,828 (X2)
interpretasi dari hasil persamaan di atas jika lama istirahat menjadi 3 jam dan jam kerja karyawan menjadi 14 jam. Y = 0,963 - 0,722 (3) + 0,828 (14), maka volume penjualan ditafsir menjadi  10,389

Pertanyaan 2, pengujian untuk mengetahui apakah lama istirahat dan jam kerja karyawan pabrik berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah barang yang dihasilkan. dengan menggunakan tingkat signifikansi 5%.

Hypothesis
H0 = Tidak terdapat pengaruh signifikan lama istirahat dan jam kerja terhadap volume penjualan.
Ha = Terdapat pengaruh signifikan lama istirahat dan jam kerja terhadap volume penjualan.

Compare Analysis
F tabel (df denumerator = 2 dan df numerator = 9 dengan tingkat signifikansi 5%) maka diperoleh angka 4,74.
F hitung diperoleh 39,538 (hasil pegolahan SPSS)

Conclusion
Maka berdasarkan informasi di atas dapat kita perbandingkan antara F hitung dan F tabel dan diperoleh hasil F hitung > dari F tabel atau nilai signifikan < dari 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh signifikan lama istirahat dan jam kerja terhadap volume penjuaan. 

Ingat carilah implikasi dari masalah yang dipecahkan.  

Selasa, 12 Oktober 2010

Memahami kasus, Penggunaan Metode, dan Analisis dalam program SPSS

Keberhasilan seorang peneliti ditentukan oleh bagaimana peneliti dapat mengetahui dan memahami masalah dan fenomena tertentu. Pengamatan terhadap suatu gejala tertentu tidak hanya menjadi dasar melakukan penelitian, akan tetapi keinginan dan minat untuk mengetahui suatu masalah merupakan awal dari penelitian yang baik. Menurut Masri Singarimbun dalam bukunya (1987:12) penelitian berawal pada minat untuk mengetahui fenomena tertentu dan selanjutnya berkembang menjadi gagasan, teori, konseptualisasi, pemilihan metode penelitian yang sesuai, dan seterusnya. Adapun keinginan ataupun ketertarikan untuk melakukan penelitian tersebut dapat timbul karena adanya stimuli dari pengamatan, bacaan, diskusi, seminar, dan sebagainya. seperti ilustrasi berikut ini, pada suatu hari seorang mahasiswa berjalan-jalan di salah satu mall yang ada di Jakarta, ia berencana membeli sebuah jam tangan bermerk. Dari satu kios penjualan jam ke kios yang lain ia menanyakan tiga merk jam tangan yang sama, akan tetapi ia memperoleh informasi harga yang berbeda dari setiap kios yang ada di mall tersebut, kemudian dalam benaknya ia mulai berpikir dan menyusun suatu pertanyaan-pertanyaan, apakah terdapat pengaruh lokasi dan nama kios terhadap harga jam tangan tesebut?, apakah terdapat perbedaan harga ketiga merk jam tangan tersebut?, apakah terdapat korelasi jumlah pengunjung terhadap harga jam tangan tersebut?, dan sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan dalam benak mahasiswa tersebut, merupakan salah satu sumber masalah dalam penelitian yang harus dipecahkan. Mencoba mencari suatu masalah, implikasi dari masalah yang dipecahkan dan solusi dari apa yang dibaca dan diamati akan tercipta suatu gagasan yang kemudian gagasan tersebut ditransform ke dalam bentuk teori baru.
Memecahkan suatu masalah dalam penelitian tidaklah mudah untuk dilakukan, memerlukan proses yang cukup panjang. Berbagai tahapan yang sistematis harus dilakukan seorang peneliti dalam memecahkan suatu masalah dalam penelitiannya, sehingga tercapai hasil penelitian yang memenuhi kaidah-kaidah ilmiah. langkah-langkah yang lazim ditempuh dalam pelaksanaan survei (Masri Singarimbun, 1987:12) adalah sebagai berikut :
  1. Merumuskan masalah penelitian dan menentukan tujuan survei.
  2. Menentukan konsep dan hipotesa serta mengenali kepustakaan. Adakalanya hipotesa tidak diperlukan, misalnya pada penelitian operasional.
  3. Pengambilan sampel.
  4. Pembuatan Kuesioner.
  5. Pekerjaan lapangan, termasuk memilih dan melatih pewawancara.
  6. Pengolahan data.
  7. Analisa dan pelaporan.
Ketujuh tahapan di atas merupakan tahapan yang harus dilakukan oleh seorang peneliti dalam memecahkan masalah penelitiannya. Berawal dari merumuskan masalah dan tujuan survei, dalam tahapan ini juga diperlukan adanya batasan-batasan penelitian agar terhindar dari masalah yang terlalu kompleks. Mentukan konsep atau rancangan penelitian, dapat diawali dengan menggambar bagan dan skema penelitian seperti penyusunan urutan pekerjaan survei, kepustakaan (teori-teori dalam buku) sebagai alat bantu indikator penelitian, dan hipotesa (dugaan sementara). Pengambilan sampel atau penentuan sampel perlu diperhatikan dalam penelitian, sampel merupakan proporsi yang mewakili populasi. Pembuatan kuesioner merupakan tahapan penyusunan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada responden. kuesioner merupakan salah satu alat yang digunakan dalam penelitian sehingga perlu kecermatan dan ketelitian dalam proses pembuatannya. Pekerjaan lapangan yaitu interaksi langsung dengan responden sehingga perlu adanya persiapan dan kemahiran berinteraksi, tahapan ini perlu dimaksimalkan agar dapat memperoleh keakuratan penelitian dan juga tambahan informasi yang diperlukan. Pengolahan data, tahap ini dapat dilakukan secara manual maupun dengan alat bantu program komputer, dewasa ini pengolahan data dengan cara manual sudah jarang dilakukan dikarenakan masalah efisiensi dan keakuratan. Perkebangan teknologi khususnya software komputer membuat segala perhitungan matematika mudah dilakukan dengan hasil yang akurat. Salah satu alat bantu pengolahan data dalam perhitunagn statistik seperti MiniTab, Ms Office Excel, SPSS, dan banyak lagi, akan tetapi yang sering digunakan oleh banyak orang yaitu Ms Office Excel dan SPSS. implikasi terhadap masalah yang dipecahkan dan menarik suatu kesimpulan penelitian merupakan tahap akhir yang harus dilakukan oleh seorang peneliti atau yang disebut dengan analisa dan pelaporan.
Pengolahan data dengan menggunakan alat bantu software SPSS (Statistic for Product and Service Solution) for window versi 15, mungkin masih banyak yang belum mengetahui penggunaan software ini, ataupun sebaliknya mengetahui software ini dan memiliki pengetahuan basic statistik akan tetapi tidak mengetahui cara penggunaan software ini. Maka dalam blog ini saya akan mencoba menjelaskan beberapa metode statistik dan cara penggunaan metode tersebut disertakan dengan studi kasus (mulai dari penentuan hipotesis hingga dengan hasil kesimpulan hipotesis).
Dalam blog ini saya akan memberikan beberapa contoh masalah/kasus dalam dunia bisnis beserta metode yang digunakan, dapat anda lihat pada menu laman Studi Kasus.

Jumat, 10 September 2010

Validitas dan Reliabilitas


         Ada berbagai cara dan metode yang dapat dilakukan oleh seorang peneliti dalam meneliti perilaku masyarakat atau konsumen, seperti menayakan langsung kepada sumbernya (biasa disebut interview langsung), ataupun menyusun sejumlah pertanyaan tertulis untuk memperoleh informasi yang diinginkan (kuesioner). Menurut Arikunto (1997:140), kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi responden dalam arti tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui dalam penelitian. akan tetapi alangkah baiknya apabila kedua metode itu dilakukan secara bersama-sama untuk memperoleh data/informasi yang akurat. Dalam pembahasan ini saya hanya mencoba menerangkan bagaimana menggunakan kuesioner sebagai alat penelitian, pemberian bobot, pengukuran (Valid) dan keandalan pengukuran (Reliabel).
      a. Alat Penelitian
         Adapun pengukuran data dalam kuesioner menggunakan teknik skala likert yaitu dengan menyusun beberapa pertanyaan pada kuesioner yang dibuat dalam bentuk pilihan berganda dan setiap pertanyaan disertai alternatif jawaban yang harus dipilih responden dan masing-masing item jawaban diberi bobot yang berbeda. Adapun kategori skor (bobot) yang diberikan pada setiap item jawaban adalah sebagai berikut :

No
Keterangan
Skor
1
Sangat Menarik/Setuju
5
2
Menarik/Setuju
4
3
Netral
3
4
Tidak Menarik/Setuju
2
5
Sangat Tidak Menarik/Setuju
1
     b. Pengujian validitas (kesahihan) kuesioner

    Pengujian validitas adalah pengujian item-item pertanyaan dalam koesioner yang bertujuan untuk mengetahui apakah item-item pertanyaan tersebut benar-benar dapat mengukur konsep-konsep yang dimaksudkan dalam penelitian dengan tepat. Butir-butir pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner. Hal ini memberikan dukungan bahwa butir-butir pengukuran yang dijadikan indikator penelitian terbukti memiliki validitas isi (content validity) yaitu butir-butir pengukur tersebut merupakan alat ukur yang mencukupi dan representative yang telah sesuai dengan konsep teoritis (Cooper dan Schindler, 2003: 318).