Senin, 25 Oktober 2010

Anova-Oneway (Pengolahan Data Melalui program SPSS "Study Kasus 1")

Langkah 1



masuk ke dalam sheet variabel view yang terdpat dibain bawah program SPSS, adapun kegunaan dari Variabel View ini adalah sebagai wadah penempatan kolom keterangan-keterangan atau nama variabel yang didalam prograp SPSS dilakukan secara terpisah (NB: harus berbentuk huru dan tidak boleh menggunakan space). dalam metode ini kolom keterangan hanya tersiri dari 2 variabel faktor (sebagai pemisahan variabel) contoh soal 1 pada kolom keterangan (nama variabel) kita isi dengan 1. MerekABdanC, 2. Faktor. Apabila angka berbentuk koma maka pada kolom Decimals ditambahkan angka 1,2,3,..dst (sesuai dengan angka dibelakang koma yang diinginkan) seperti pada contoh gambar di atas.


Langkah 2



setelah langkah 1 selesai dilakukan, kemudian beralih ke sheet Data View yang terdapat pada bagian bawah program SPSS , sehingga pada data view akan terlihat kolom keterangan yang telah kita isikan pada variabel view sebelumnya dan kolom tersebut yang akan menjadi acuan dalam pengisian informasi angka-angka yang diperoleh seperti contoh informasi data yang kita peroleh pada contoh 1, informasi angka pada Merek A,B, dan C dijadikan dalam satu kolom dan keterangan (variabel) faktor diisikan dengan urutan kolom informasi yang kita peroleh (dapat anda perhatikan pada gambar diatas).


Langkah 3



Apabila proses pengimputan data ( langkah 2) telah selesai dilakukan maka kita telah dapat memulai proses pengolahan data. Langkah pertama click menu Analyze yang terdapat pada bagian atas program SPSS maka akan terlihat berbagai informsi metode-metode statistik, kemudian cari metode Compare Means, pada informasi compare means click One-Way Anova (untuk lebih jelasnya dapat anda perhatikan pada gamar di atas)


Langkah 4



setelah anda mengclick menu One-Way Anova maka akan muncul tabel informasi seperti pada gambar di atas. Pindahkan keterangan variabel MerekAB,danC dan faktor yang terdapat disebelah kiri tabel ke kolom yang bertuliskan dependent dengan mengclick tanda panah yang terdapat disebelah kiri kolom tersebut sehingga variabel MerekABdanC telah masuk ke dalam kolom dependent dan variabel Faktor masuk ke dalam kolom Factor. (untuk lebih jelasnya dapat anda perhatikan pada gambar di atas).


Langkah 5



setelah selesai dan berhasil melakukan pemindahan (langkah 4) maka anda dapat mengclick OK yang terdapat di sebelah kanan atas tabel informasi tersebut dan anda akan segera memperoleh hasil OneWay-Anova seperti pada gambar di atas.


Proses Analisis

Setelah anda memperoleh hasilnya maka anda telah dapat melakukan analisis data. seperti pertanyaan contoh 1 dengan menggunakan tingkat signifikansi 5% ujilah hipotesis bahwa tidak terdapat perbedaan harga ketiga merek tersebut.


Hypothesis

H0 = Tidak terdapat perbedaan harga Merek A, B, dan C.

Ha = Terdapat perbedaab harga Merek A, B, dan C.


Compare Proces

F tabel (df denumerator = 2 dan df numerator = 7 dengan tingkat signifikansi 5%) maka diperoleh angka 4,26.

F hitung diperoleh 8,435 (hasil pengolahan SPSS)


Conclusion

Maka berdasarkan informasi di atas dapat kita perbandingkan antara F hitung dan F tabel dan diperoleh hasil F hitung > dari F tabel atau nilai signifikansi <>



Study Kasus

Soal 1. Dengan menggunakan metode Anova-Oneway
seorang peneliti melakukan penelitian mengenai rata-rata harga jual 3 buah merk mie instan di beberapa
supermarket di Yogyakarta. Harga mie instant di supermarket Yogyakarta diketahui berdistribusi normal. Data yang diperoleh adalah sebagai berikut :

Harga (dalam ratus rupiah)

Merek A

Merek B

Merek C

57

51

42

53

44

48

58

47

44

49

50

45

Regression (Pengolahan Data Melalui progrram SPSS "Study Kasus 2")

Langkah 1



masuk ke dalam sheet Variabel View yang terdapat di bagian bawah proram SPSS, adapun kegunaan dari Variabel View ini adalah sebagai wadah penempatan kolom keterangan-keterangan atau nama variabel yang di dalam program SPSS dilakukan secara terpisah (NB: harus berbentuk huruf dan tidak boleh menggunakan titik, koma, maupun space). Dalam contoh soal 2 pada kolom keterangan (nama variabel) kita isi dengan 1. JumlahBarang, 2. LamaIstirahat, 3. JamKerja. Kolom Decimals merupakan angka nol di belakang koma maka apabila tidak diinginkan kita dapat mengclick tanda panah bawah pada kolom decimals tersebut atau menekan tombol 2 (keyboard) seperti pada contoh gambar di atas.


Langkah 2



setelah langkah 1 selesai dilakukan, kemudian beralih ke sheet Data View yang terdapat pada bagian bawah program SPSS, sehingga pada data view akan terlihat kolom keterangan yang telah kita isikan pada variabel view sebelumya (langkah 1) dan kolom tersebut yang menjadi acuan dalam pengisian informasi angka-angka (analisis kuantitatif) yang diperoleh. Seperti pada contoh kasus 2 (dapat anda perhatikan pada gambar di atas).


Langkah 3



Apabila proses penginputan data (langkah 2) telah selesai dilakukan, maka kita telah dapat memulai proses pengolahn data. Langkah pertama yaitu click menu Analyze yang terdapat pada bagian atas program SPSS maka akan terlihat berbagai informsi metode-metode statistik, kemudian cari metode Regression, pada informasi Regression click Linear (untuk lebih jelasnya dapat anda perhatikan pada gambar di atas).


Langkah 4



Setelah anda mengclick menu linear maka akan muncul tabel informasi seperti pada gambar di atas. Pindahkan keterangan variabel jumlahnbarang yang terdapat disebelah kiri tabel kolom yang bertuliskan dependent dengan mengclick tanda panah yang terdapat disebelah kiri kolom tersebut sehingga variabel jumlahbarang telah masuk ke dalam kolom dependent (untuk lebih jelasnya dapat anda perhatikan pada gambar di atas).


Langkah 5



Tidak jauh berbeda dengan langkah 4 pindahkan keterangan variabel LamaIstirahat dan JamKerja yang terdapat disebelah kiri tabel atau memblock keduanya ke kolom yang bertuliskan independent dengan mengclick tanda panah yang terdapat disebelah kiri kolom tersebut sehingga variabel LamaIstirahat dan JamKerja telah masuk ke dalam kolom independent (untuk lebih jelasnya dapat anda perhatikan pada gambar di atas)


Langkah 6



Setelah selesai dan berhasil melakukan pemindahan (langkah 4 dan 5) maka anda dapat mengclick OK yang terdapat di sebelah kanan atas tabel informasi tersebut dan anda akan segera memperoleh hasil Regression seperti pada gambar di atas.


Nah....,,, setelah kita mendapat hasil regresi barulah kita dapat melakukan analisis data atau dengan menjawab 2 pertanyaan pada contoh 2 (study kasus 2)


Process Analysis

Pertanyaan 1, tentukan estimasi jumlah barang yang dihasilkan jika jam kerja karyawan menjadi 14 jam dan lama istirahat karyawan menjadi 3 jam.

Jawaban, untuk menjawab pertanyaan tersebut kita harus mengawali dengan membuat persamaan regresi yaitu biasa disingkat dengan Y=a+b(x)

berdasarkan informasi keterangan hasil perhitungan SPSS regresi diperoleh persamaan sebagai berikut:

Y = 0,963 - 0,722 (X1) + 0,828 (X2)

interpretasi dari hasil persamaan di atas jika lama istirahat menjadi 3 jam dan jam kerja karyawan menjadi 14 jam. Y = 0,963 - 0,722 (3) + 0,828 (14), maka volume penjualan ditafsir menjadi 10,389


Pertanyaan 2, pengujian untuk mengetahui apakah lama istirahat dan jam kerja karyawan pabrik berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah barang yang dihasilkan. dengan menggunakan tingkat signifikansi 5%.


Hypothesis

H0 = Tidak terdapat pengaruh signifikan lama istirahat dan jam kerja terhadap volume penjualan.

Ha = Terdapat pengaruh signifikan lama istirahat dan jam kerja terhadap volume penjualan.


Compare Analysis

F tabel (df denumerator = 2 dan df numerator = 9 dengan tingkat signifikansi 5%) maka diperoleh angka 4,74.

F hitung diperoleh 39,538 (hasil pegolahan SPSS)


Conclusion

Maka berdasarkan informasi di atas dapat kita perbandingkan antara F hitung dan F tabel dan diperoleh hasil F hitung > dari F tabel atau nilai signifikan <>


Ingat carilah implikasi dari masalah yang dipecahkan.


Jumat, 10 September 2010

Validitas dan Reliabilitas

Ada berbagai cara dan metode yang dapat dilakukan oleh seorang peneliti dalam meneliti perilaku masyarakat atau konsumen, seperti menayakan langsung kepada sumbernya (biasa disebut interview langsung), ataupun menyusun sejumlah pertanyaan tertulis untuk memperoleh informasi yang diinginkan (kuesioner). Menurut Arikunto (1997:140), kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi responden dalam arti tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui dalam penelitian. akan tetapi alangkah baiknya apabila kedua metode itu dilakukan secara bersama-sama untuk memperoleh data/informasi yang akurat. Dalam pembahasan ini saya hanya mencoba menerangkan bagaimana menggunakan kuesioner sebagai alat penelitian, pemberian bobot, pengukuran (Valid) dan keandalan pengukuran (Reliabel).

a. Alat Penelitian

Adapun pengukuran data dalam kuesioner menggunakan teknik skala likert yaitu dengan menyusun beberapa pertanyaan pada kuesioner yang dibuat dalam bentuk pilihan berganda dan setiap pertanyaan disertai alternatif jawaban yang harus dipilih responden dan masing-masing item jawaban diberi bobot yang berbeda. Adapun kategori skor (bobot) yang diberikan pada setiap item jawaban adalah sebagai berikut :


No

Keterangan

Skor

1

Sangat Menarik/Setuju

5

2

Menarik/Setuju

4

3

Netral

3

4

Tidak Menarik/Setuju

2

5

Sangat Tidak Menarik/Setuju

1

b. Pengujian validitas (kesahihan) kuesioner

Pengujian validitas adalah pengujian item-item pertanyaan dalam koesioner yang bertujuan untuk mengetahui apakah item-item pertanyaan tersebut benar-benar dapat mengukur konsep-konsep yang dimaksudkan dalam penelitian dengan tepat. Butir-butir pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner. Hal ini memberikan dukungan bahwa butir-butir pengukuran yang dijadikan indikator penelitian terbukti memiliki validitas isi (content validity) yaitu butir-butir pengukur tersebut merupakan alat ukur yang mencukupi dan representative yang telah sesuai dengan konsep teoritis (Cooper dan Schindler, 2003: 318).

c. Pengujian Reliabilitas (Keandalan) Kuesioner

Tujuan dari pengujian reliabilitas ini adalah untuk menguji apakah kuesioner yang dibagikan kepada konsumen benar-benar dapat diandalkan sebagai alat pengukur. Pengujian ini hanya dilakukan pada butir-butir pertanyaan yang sudah diuji validitasnya dan telah dinyatakan sebagai butir yang valid (sahih). Pengujian reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach’s. ukuran yang dipakai untuk menunjukkan pertanyaan tersebut reliable, apabila nilai Cronbach Alpha ≥ 0,6 (Arikunto, 1997: 172). Indikator pengukuran reliabilitas menurut Sekaran (2000: 312) yang membagi tingkatan reliabilitas dengan kriteria sebagai berikut :

Jika alpha atau r hitung:

1. 0,8-1,0 = Reliabilitas baik

2. 0,6-0,799 = Reliabilitas diterima

3. Kurang dari 0,6 = Reliabilitas kurang baik